6 Lokasi Tempat Makan di Malang Untuk Menghilangkan Lapar

Tempat Makan di Malang begitu banyak sekali jumlahnya. Hal ini tentunya akan memberikan anda banyak pilihan, namun terlalu banyak pilihan juga membuat anda bingung. Berikut merupakan lokasi tempat makan yang patut anda coba saat berkunjung ke Malang.

  • Depot Tahu Lontong Lonceng

Sejak zaman dahulu, wilayah Kota Lama Malang telah menjadi sentra pertokoan. Di tengah-tengah bangunan tersebut, terdapat sebuah depot sederhana yang telah berdiri sejak 1935 bernama Depot Tahu Lontong Lonceng. Tempat makan ini menjadi salah satu kuliner legendaris di Malang hingga kini. Lokasinya berada di Jalan Laksamana Martadinata No 66.

Menu andalan tempt makan ini adalah tahu telur lontong. Penyajian hidangan ini adalah sambal petis diletakkan di dasar piring, lalu diberi irisan lontong. Setelah itu, hidangan ditaburi dengan tahu telur.  Selain tahu telur lontong, kamu juga bisa mencoba menu lain seperti tahu telur nasi dan tahu lontong biasa. Harga satu porsi hidangan ini sangatlah terjangkau,

Setiap harinya, tempat ini buka dari pukul 10:00 – 22:00 WIB. Khusus pada hari Minggu, depot milik Bapak Abdulrohim ini buka pukul 16:00 – 22:00 WIB.

  • Warung Lama Haji Ridwan

Jika anda tiba-tiba merasa lapar saat sedang berjalan-jalan di Pasar Besar, anda  bisa langsung mampir ke Warung Lama Haji Ridwan. Lokasinya berada di lantai dasar Pasar Besar Malang unit B15 – 16.

Dulunya, usaha kuliner ini hanya berupa dagangan yang dipikul keliling di Pasar Besar. Setelah semakin berkembang, akhinya pada tahun 1925 usaha kuliner ini memiliki bangunan permanen.

Menu yang disediakan oleh Warung Lama Haji Ridwan berupa makanan rumahan yang lezat. Salah satu menu favorit pembeli adalah sate komoh, yakni sate daging bacem yang diberi bumbu rempah dan cabai. Rasanya mirip seperti bumbu bali, tetapi sedikit lebih manis.

Selain sate komoh, kamu juga bisa memesan beragam menu lain seperti ayam panggang bumbu rujak, sate usus sapi, nasi rawon, dan sebagainya.

Tempat makan di Malang yang satu ini menawarkan hidangan dengan harga yang terjangkau. Untuk sate tusuk dihargai Rp5.000, sedangkan nasi gulai sapi dan nasi campur sekitar Rp9.000 – Rp11.000 per porsi. Jika ingin mencicipi hidangan di Warung Lama Haji Ridwan, datanglah sekitar 08:00 – 16:00 WIB.

  • Bakso President

Kota Malang cukup terkenal dengan OskabOskab itu boso walikan Malang yang artinya Bakso (boso walikan = bahasa terbalik. Khasnya Malang). Di Malang kita bisa menemukan bakso dimana-mana mulai dari pedagang kaki lima sampai pusat di perbelanjaan (mall).

Tetapi, anda harus mencoba bakso yang teletak di samping rel kereta api ini. Nama Bakso President cukup tersohor karena kelezatan baksonya dan keunikan lokasinya yang berada di pinggiran rel kereta ditambah dengan title PRESIDENT nya.

Bakso ini telah ada sejak tahun 1977 yang dijual oleh Abah Sugito. Awalnya Abah Sugito berdagang bakso pikul keliling selama kurang lebih lima tahun. Kemudian pada tahun 1982, dengan modal seadanya, Abah Sugito membangun warung bakso sederhana tepat dibelakang Bioskop President Malang. Walaupun pada tahun 1990 gedung bioskop sudah beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan, bakso Abah Sugito tetap dikenal sebagai Bakso President.

Menu bakso yang ditawarkan oleh tempat makan di Malang ini cukup beragam mulai dari Bakso Biasa, Bakso Urat, Bakso Telor, Bakso Bakar, Bakso Goreng, Bakso Udang dan ditambah dengan pangsit kering/basah, siomay, ati ampela, tahu, lontong, mie. Pokoknya sangat komplit sehingga Bakso President ini dijuluki sebagai “pelopor bakso Malang asli full variasi”.

Baksonya dijual per satuan. Ada juga Bakso yang sudah paket, seperti paket campur hemat/campur spesial, tetapi beberapa masyarakat menyarankan untuk memilih sendiri basonya agat lebih enak dan sesuai selera.

  • Putu Lanang Calaket

Puthu Lanang Celaket adalah sebuah nama dari salah satu gerai makanan tertua di Malang. Tempat makan ini didirikan pada 1935 oleh seorang Ibu Soepijah. Kemudian, operasional bisnis ini diturunkan kepada anak laki-lakinya, Siswojo sejak tahun 1990-an tahun lalu.

Di bawah kepemimpinan Siswojo, gerai Puthu Lanang Celaket tetap menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang kerap memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto setiap harinya.

Toko ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya Anda datang ke sana lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan. Selain kue putu, Anda juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Aroma daun pandan dan kelapa menyeruak menggugah selera. Secara penampilan, Anda tidak akan menyangka kenikmatan rasanya yang tiada tara. Kue putunya terasa lembut melebur dengan gula jawa dan tepung beras. Walaupun cenilnya terasa kenyal dan hambar di awal, untungnya, parutan kelapa dan gula jawa membantu memberikan rasa yang lezat.

Ukuran terbilang lebih kecil dibandingkan kue lupis pada umumnya, camilan versi gerai Puthu Lanang Celaket dikukus dengan sempurna.

  • Angsle dan Ronde Titoni

Ronde Titoni sudah berdiri sejak tahun 1948, jika dihitung-hitung sampai sekarang, usianya sudah mencapai 71 tahun di 2019 ini. Usaha ronde yang kini sudah terkenal ini awalnya dimulai oleh Almarhum Abdul Hadi yang memikul keliling dagangannya. Abdul Hadi kala itu menunggu makanannya di sekitaran kawasan Titoni. Maka dari itulah, disebut sebagai Ronde Titoni.

Sampai akhirnya di tahun 1985 yang lalu, ronde ini sudah tidak dipikul lagi. Ronde Titoni menetap dan pindah ke Jalan  Zainal Arifin, Malang hingga saat ini. Meskipun sudah berganti lokasi, namanya tetap sama. Usaha ini sekarang diteruskan oleh Sugeng, anak dari sang pemilik.

Seperti namanya, tempat makan di Malang ini menyuguhkan menu utama ronde. Dan menu utama inilah yang jadi favorit banyak orang. Sugeng sebagai penerus usaha ronde, tetap mempertahankan resep warisan bapaknya. Setiap proses dan takaran yang digunakan sama seperti dahulu. Menu yang paling khas yakni rondenya yang terbuat dari bulatan tepung beras yang berisi gula.

  • Orem-Orem Khas Malang

Salah satu penganan khas Malang adalah tempe. Tempe yang berbahan dasar kedelai ini memang termasuk makanan yang familiar di kalangan mana saja. 

Di Malang sendiri tempe diolah jadi macam-macam, salah satu yang makin nge-hits adalah diolah menjadi keripik tempe aneka rasa. Menjadi kuliner oleh-oleh khas Malang yang paling dicari oleh wisatawan. Keripik tempe rasanya gurih, harganya terjangkau, bawanya juga enteng. Oleh sebab itu, di wilayah Sanan yang menjadi sentra pembuatan keripik tempe sekarang selalu ramai setiap harinya.

Namun, ada banyak olahan tempe lainnya. Salah satunya tempe diolah menjadi hidangan Orem-orem. Apa itu orem-orem? Sekilas pandang mirip seperti kare, berkuah santan dan berwarna kuning. Isinya yang berbeda. Pada orem-orem bumbu-bumbu dimasak dengan campuran tempe, tauge, dan kaldu ayam.

Penyajiannya dengan menaruh potongan ketupat di mangkuk lalu disiram kuah orem-orem beserta tempe dan tauge. Pembeli bisa memilih mau pakai lauk ayam atau telur asin, atau bahkan keduanya. Di atasnya ditaburi bawang goreng. Makin enak dimakan dengan kerupuk putih.

Ada banyak penjual orem-orem di Malang. Salah satu tempat makan di Malang yang menjual orem-orem adalah Orem-orem khas Arema di Jalan Blitar. Warung makan yang sudah berdiri sejak 1995 ini menjual orem-orem sekitar Rp7.000 – Rp10.000 per porsi.

Related Posts

Add Comment