Inilah 6 Tempat Wisata Di Jogja Yang Tidak Boleh Dilewatkan

Provinsi Yogyakarta hingga saat ini masih menjadi primadona untuk dijadikan destinasi wisata baik lokal maupun mancanegara. Sebab Yogyakarta sangat banyak menyimpan berbagai kekayaan wisata budaya, kuliner, alam dan juga belanja.

Tempat wisata di jogja pun akhirnyamenjadi tempat yang banyak dicari dan dikunjungi oleh berbagai wisatawan. Bagaimana tidak, Seperti namanya; Daerah Istimewa Yogyakarta, kota ini menjadi sangat istimewa karena pusat pemerintahannya yang berbeda dengan provinsi di daerah lain yakni dengan sistem monarki atau kerajaan.

  • Malioboro Street

Malioboro street atau biasa disebut jalan Malioboro bisa dikatakan sebagai salah satu tempat berfoto di Jogja yang wajib dikunjungi. Rasanya tidak lengkap jika anda berlibur ke kota ini tanpa mampir ke jalan yang menjadi ikon Provinsi Yogyakarta ini.

Ini merupakan jalan yang sangat populer di Daerah Istimewa Yogyakarta dan letaknya tidak jauh jika anda turun di stasiun Tugu. Di sepanjang Malioboro street selain bagus untuk dijadikan spot foto juga banyak terdapat toko-toko dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam souvenir atau barang, mulai dari pakaian batik yang sangat terjangkau, kerajinan tangan dari gantungan kunci, gelang dan lain-lain sampai makanan seperti bakpia. Dan yang banyak dijumpai di Malioboro adalah banyaknya penjual makanan lesehan.

Para penjual makanan ini biasanya akan menjajakan dagangannya mulai dari pukul 17.00 hingga malam hari. Jalan Malioboro juga lebih ramai dikunjungi pada malam hari karena akan banyak dijumpai di beberapa tempat yang menjadi tempat mangkal sejumlah kelompok musik jalanan untuk menghibur pengunjung dengan alunannya.

  • Candi Borobudur

Berlibur ke Yogyakarta tidak akan lengkap jika belum pernah berkunjung ke Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur selain bisa dijadikan tempat untuk berjalan jalan bersama keluarga, anda juga akan disuguhkan dengan pemandangan apik serta wisata sejarah. Candi Buddha ini sendiri ini dibangun pada abad ke-9 yang hingga saat ini masih menjadi daya tarik yang mampu menghipnotis jutaan wisatawan yang datang.

Menjadi destinasi favorite wisatawan, candi Borobudur juga masuk dalam catatan UNESCO sebagai monumen dan kompleks stupa termegah di dunia. Maka dari itu, bangunan yang terletak di Yogyakarta ini  memanglah memiliki keindahan yang wajib untuk dikunjungi dan dinikmati.

Menurut informasi yang didapat dari prasasti Karangtengah, diperkirakan bahwa Candi Borobudur ini dibangun oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra dan pembangunannya ini baru diselesaikan putrinya yang bernama Ratu Pramudawardhani, pada sekitar abad 9 Masehi.

Tetapi, informasi lain menyebutkan bahwa seperti siapa arsitek bangunan yang tersusun dari 2 juta balok  dengan luas sekitar 55.000 m3 batuan andesit yang saling mengunci bagaikan sebuah puzzle raksasa ini masih tidak terlalu diketahui.

Namun menurut sebuah legenda Jawa yang menceritakan mengenai Gunadarma yang berbaring memandang bangunan Candi Borobudur sampai tertidur dan tubuhnya berubah menjadi perbukitan Menoreh. Gunadarma ini sendiri kemudian dianggap sebagai arsitek dari bangunan megah Candi Borobudur, namun ini juga masih menjadi perdebatan karena tidak ada prasasti bersejarah yang menceritakan mengenai hal itu.

  • Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo merupakan pasar yang letaknya tidak jauh dari kawasan Malioboro street. Pasar yang sudah sangat lama berdiri ini juga menjadi pusat kegiatan jual beli dan pusat perekonomian selama bertahun tahun dan keberadaan pasar tersebu juga memiliki makna yang filosofis.

Beringharjo yang sudah berkali kali di renovasi ini melambangkan sebagai tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Pasar yang sudah ratusan tahun berdiri ini sendiri sama dengan pasar-pasar di daerah lain yang terdapat banyak kios-kios penjual dan menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari hari. Namun yang lebih identik dengan pasar ini adalah banyaknya penjual yang menjajakan oleh-oleh khas Yogyakarta mulai dari gantungan kunci atau aksesoris, makanan khas hingga baju batik.

Kawasan Pasar yang tak jauh dari Jalan Malioboro ini sebenarnya awalnya merupakan sebuah hutan beringin. Namun tidak lama setelah berdirinya Keraton Yogyakarta, yang dibangun sekitar tahun 1758, wilayah pasar tersebut akhirnya dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga sekitar Yogyakarta dan dijadikan sebagai Catur Nunggal.

  • Keraton Yogyakarta

Pusat dari pemerintahan di daerah kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono X ini adalah Keraton Yogya. Keraton Yogyakarta ini merupakan salah satu bangunan bersejarah kesultanan Yogyakarta yang ditempati oleh Sultan dan keluarga Sultan. Di keratin yang merupakan peninggalan turun temurun kerajaan Mataram ini juga terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai barang kesultanan, mulai dari barang rumah tangga hingga barang unik yang sebagian merupakan hadiah dari raja Eropa.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah Keraton Yogyakarta ini, waktu terbaiknya adalah dipagi hari. Sebab Keraton hanya dibuka hingga jam 2 siang. Bila Anda berminat, maka Anda juga bisa meyewa travel guide yang sudah disediakan oleh keraton untuk mengantarkan anda berkeliling sambil menjelaskan sejarah serta arsitektur keraton dengan harga yang terjangkau.

  • Candi Prambanan

Destinasi lokasi wisata candi di Yogyakarta selanjutnya adalah Candi Prambanan. Ini merupakan candi peninggalan agama Hindu. Namun hingga saat ini masih belum bisa dipastikan kapan Candi Prambanan dibangun dan atas perintah siapa, namun menurut dugaan bahwa candi tersebut dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yakni Raja Balitung Maha Sambu.

Melalui dugaan yang diambil dari Prasasti Syiwagrha ketika ditemukannya di area sekitar Prambanan dan kini disimpan oleh Museum Nasional. Prasasti yang berangka 778 Saka atau sekitar 856 Masehi ini sendiri ditulis saat pemerintahan Rakai Pikatan.

Wilayahnya dari candi prambanan sendiri terdiri dari halaman luar dan tiga pelataran, yakni pelataran luar atau Jaba, pelataran tengah atau Tengahan serta pelataran dalam atau Njeron. Jaba atau pelataran luar adalah area terbuka yang letaknya mengelilingi pelataran luar. Pelataran ini sendiri berbentuk bujur dengan luas sekitar 390 meter persegi. Pelataran ini dulunya dikelilingi oleh pagar batu yang sekarang tinggal hanya reruntuhan. Pelataran luar saat ini juga hanya merupakan pelataran kosong namun masih belum diketahui apakah dulunya ada bangunan atau hiasan lain di pelataran luar atau tidak.

  • Taman Sari Jogja

Yogya memang selalu memiliki destinasi berupa peninggalan bangunan bersejarah. Salah satunya adalah Taman Sari Yogyakarta. Zaman dahulu, kawasan ini merupakan sebuah tempat rekreasi dan meditasi keluarga Keraton. Pesona yang dimiliki oleh Istana Air Taman Sari ini terletak pada keindahan arsitektur kunonya yang menarik dan bagus untuk dijadikan spot berfoto.

Menurut sejarah, istana Taman Sari dibangun untuk menghargai jasa istri Sultan sudah membantu Raja ketika perang. Istana tersebut sendiri dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan. Keindahan Taman Sari yakni bangunan yang dikelilingi dengan taman bunga sehingga memberikan semerbak harum.

Kompleks bangunan Taman Sari sendiri dibagi menjadi 4 bagian. Yakni bagian pertama adalah danau buatan di sudut sebelah barat. Lalu bagian kedua adalah Umbul Binangun yakni merupakan bangunan yang berada di sebelah selatan danau. Sedang bagian ke 3 yakni Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang letaknya berada di selatan bagian kedua. Serta yang terakhir adalah sebelah timur dari bagian pertama dan kedua yang meluas dari arah timur hingga tenggara komplek Magangan.

Related Posts

Add Comment